Rabu, 11 November 2015

puisi kenanggan



Rintihan hatiku memanggil namamu
Untuk sekedar hilangkan rasa rindu
Lihatlah betapa besar rasa sayangku
Yang selalu membayang di hidupku

Anganku untuk selalu bersamamu
Namun jarak memisahkanku
Gelisah ku yang akan jauh darimu
Gelisah ku yang tak mampu degar suaramu
Rasa ciendtakan selalu ada untukmu
Akan ku ingat selalu semua tentangmu
Hanya kamu ... dan Cuma kamu yang ku ciendta
Indah hariku terukir kenangan bersamamu
Nanti... saat aku telah jauh darimu
Ingatlah aku ... walau hanya disudut kalbu

sinopsis legenda sarangan



Sinopsis Legenda Telaga Sarangan

            Pada suatu ketika kyai pasir pergi ke hutan untuk bertanam diladang. Ia menemukan sebuah telur lalu kyai pasir menyuruh nyai pasir memasaknya, lalu telur tersebut dimasak. Tiba-tiba seluruh tubuhnya merasa gatal karena terlalu gatalnya mereka menguling-guling sampai tanah tersebut membentuk cekungan, hingga akhirnya mereka berubah menjadi naga. Tiba-tiba dari dalam cekungan tanah yang dalam serta luas itu menyembur air yang besar memancar kemana-mana. Dalam waktu sekejap cekungan tersebut sudah terpenuhi oleh air dan oleh masyarakat sekitar disebut telaga pasir.

Uraian diatas meruapakan sinopsis yang sangat singkat, sesingkat-singkatnya karena dalam sebuah cerita sinopsis yaitu ringkasan yang sesingkat-singkatnya.
Semoga bermanfaat :-D

Minggu, 01 November 2015

MAKALAH MASALAH MATA PENCAHARIAN



MASALAH LAHAN PERTANIAN

I.                  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mata pencaharian adalah pekerjaan atau pencaharian utama (yang dikerjakan untuk biaya sehari-hari). Indonesia adalah negara agraris jadi sebagian besar masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Petani sendiri adalah konsep pendapatan nasional menurut lapangan usaha atau sektor produksi ialah pertanian yang meliputi berbagai subsektor. Meskipun demikian dengan seiring perkembangan zaman masalah pertanian di Indonesia semakin bertambah, antara lain: Dengan berkembangnya teknologi, sistem pertanian juga mengalami perubahan dalam pengelolaan lahan, seperti : munculnya alat pembajak modern yang menyebabkan hilangnya mata pencaharian penduduk terutama penduduk yang bermata pencaharian mencangkul, selain itu munculnya mesin perontok padi, yang juga menyebabkan hilangnya mata pencaharian sebagian penduduk. Masalah pertanian lainnya yaitu penggunaan lahan pertanian sebagai lahan industri, Fenomena ini menyebabkan luas lahan pertanian produktif relatif semakin sempit karena terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian untuk kebutuhan pemukiman industry infrakstruktur jalan dll. Juga masalah pertambahan jumlah penduduk, Fenomena ini menyebabkan krisis terhadap tersedianya lahan pertanian karena terjadinya alih fungsi lahan yang kecenderungan semakin meningkat dari waktu ke waktu dan menimbulkan persoalan pengangguran tersembunyi atau pengangguran tak kentara suatu keadaan yang ditimbulkan karena petani semakin kehilangan lahan pertanian serta dalam jangka panjang krisis sektor pertanian akan menyebabkan terjadinya kemiskinan dipedesaan. Adapun cara mengatasi masalah petanian yaitu dengan pengembangan usaha tani-usaha tani berskala besar dan melibatkan satuan-satuan yang berskala kecil, pembentukan usaha tani kolektif berskala besar yang diprakarsai oleh negara, pembinaan usaha tani-usaha tani kecil padat modal yang digalang dalam suatu koperasi nasional dibawah pengelolaan negara. Meskipun demikian terdapat beberapa kendala dalam mengatasi masalah kemiskinan yaitu lemahnya struktur permodalan dan akses terhadap sumber permodalan, ketersediaan lahan dan masalah kesuburan tanah, terbatasnya kemampuan dalam penguasaan teknologi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan mata pencaharian?
2.      Apakah yang dimaksud dengan sektor pertanian?
3.      Apa sajakah masalah dalam sektor pertanian?
4.      Bagaimana cara mengatasi masalah dalam sektor pertanian?
5.      Mengapa masalah pertanian sulit diatasi?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian mata pencaharian dan menganalisis mata pencaharian pokok masyarakat Indonesia.
2.      Mempelajari pertanian dan macam subsektor pertanian.
3.      Mampu menganalisis permasalahan dalam sektor pertanian dan mampu mencari solusinya.
4.      Mampu menilai, menimbang seberapa besar pengaruh kebijakan dan strategi padasektor pertanian.



II.               PEMBAHASAN

A.    Pengertian Mata Pencaharian
Mata pencaharian adalah pekerjaan atau pencaharian utama (yang dikerjakan untuk biaya sehari-hari). Mata pencaharian meliputi berbagai macam sektor, sebagai negara agraris Indonesia bermata pencaharian pokok di sektor pertanian.

B.     Pengertian dan Lingkup Sektor Pertanian
Sektor pertanian yang dimaksudkan dalam konsep pendapatan nasional menurut lapangan usaha atau sektor produksi ialah pertanian dalam arti luas yang meliputi lima subsektor yaitu :
1.      Subsektor Tanaman Pangan Subsektor tanaman pangan sering disebut sub sektor pertanian rakyat karena tanaman pangan biasanya diusahakan oleh rakyat.
2.      Subsektor Perkebunan Subsektor perkebunan dibedakkan atas perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Yang dimaksud dengan perkebunan rakyat ialah Perkebunan yang diusahakan sendiri oleh rakyat atau masyarakat biasanya dalam skala kecil-kecilan dan dengan teknologi yang sederhana. Perkebunan besar ialah semua kegiatan perkebunan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan berbadan hukum.
3.      Subsektor Kehutanan Subsektor kehutanan terdiri atas 3 macam kegiatan yaitu : Penebangan kayu, Pengambilan hasil hutan lain, dan perburuan.
4.      Subsektor Peternakan Subsektor peternakan mencakup kegiatan beternak itu sendiri dan pengusahaan hasil-hasilnya yang meliputi produksi ternak-ternak besar dan kecil dan hasil pemotongan hewan.
5.      Subsektor Perikanan Subsektor perikanan meliputi semua hasil kegiatan perikanan laut, perairan umum, dan pengolahan sederhana atas produk-produk perikanan (pengeringan dan pengasinan)

C.     Masalah Pertanian
      Mata Pencaharian merupakan salah satu unsur yang mencerminkan kualitas penduduk di suatu negara. Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam namun tidak bisa mengimbangi dengan Sumber Daya Manusia, dan salah satunya kurang tepatnya pemanfaatan lahan. Antara lain:


1.      Penggunakan alat teknologi.
Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin maju, sehingga dalam pertanian banyak menggunakan mesin modern. Seperti, mesin bajak, mesin perontok padi. Fenomena ini menyebabkan mata pencaharian penduduk semakin berkurang karena seseorang yang bekerja mencangkul sudah tidak dipekerjakan lagi. Selain itu juga penggunaa mesin perontok padi yang juga mengurangi mata pencaharian sebagian penduduk.
2.      Penggunaan lahan pertanian sebagai lahan industri.
Fenomena ini menyebabkan luas lahan pertanian produktif relatif semakin sempit karena terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian untuk kebutuhan pemukiman industry infrakstruktur jalan dll.
3.      Ledakan jumlah penduduk
Fenomena ini menyebabkan krisis terhadap tersedianya lahan pertanian karena terjadinya alih fungsi lahan yang kecendrungan semakin meningkat dari waktu ke waktu dan menimbulkan persoalan pengangguran tersembunyi atau pengangguran tak kentara suatu keadaan yang ditimbulkan karena petani semakin kehilangan lahan pertanian serta dalam jangka panjang krisis sektor pertanian akan menyebabkan terjadinya kemiskinan dipedesaan.

D.    Cara mengatasi masalah di Sektor Pertanian
Dalam Perekonomian Sektor pertanian hingga kini masih menjadi sumber mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Indonesia, pola perkembangan sektor pertanian Indonesia ditempuh melalui 3 kemungkinan pola atau jalur :
1.      Jalur kapitalistik, yakni melalui pengembangan usaha tani- usaha tani berskala besar dan melibatkan satuan-satuan yang berskala kecil.
2.      Jalur sosialistik, yakni melalui pembentukan usaha tani kolektif berskala besar yang diprakarsai oleh negara.
3.      Jalur koperasi semi kapitalistik yakni melalui pembinaan usaha tani- usaha tani kecil padat modal yang digalang dalam suatu koperasi nasional dibawah pengelolaan negara.


E.     Kendala dalam pengembangan sektor pertanian.
      Peningkatan produksi pertanian lebih banyak karena upaya intensifikasi pertanian melalui panen 2 atau 3 kali setahun dan ekstentifikasi pertanian dengan memperluas lahan pertanian sementara relatif masih sedikit yang berkaitan dengan upaya aplikasi teknologi. Hal ini cukup merisaukan karena tekanan kebutuhan lahan yang cukup tinggi menyebabkan lahan pertanian semakin termarginalkan dan bergeser ke daerah yang tingkat produktifitasnya lebih rendah. Implikasi yang ditimbulkan dari fenomena ini adalah terjadinya penurunan dan perlambatan produksi pertanian khususnya produksi padi. Adapun kendala yang dihadapi dalam pengembangan pertanian khususnya petani skala kecil ,antara lain:
1.      Lemahnya struktur permodalan dan akses terhadap sumber permodalan. Salah satu faktor produksi penting dalam usaha tani adalah modal. Besar-kecilnya skala usaha tani yang dilakukan tergantung dari pemilikan modal. Secara umum pemilikan modal petani masih relatif kecil, karena modal ini biasanya bersumber dari penyisihan pendapatan usaha tani sebelumnya. Untuk memodali usaha tani selanjutnya petani terpaksa memilih alternatif lain, yaitu meminjam uang pada orang lain yang lebih mampu (pedagang) atau segala kebutuhan usaha tanidiambil dulu dari toko dengan perjanjian pembayarannya setelah panen. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan petani sering terjerat pada sistem pinjaman yang secara ekonomi merugikan pihak petani.
2.      Ketersediaan lahan dan masalah kesuburan tanah. Kesuburan tanah sebagai faktor produksi utama dalam pertanian. Permasalahannya bukan saja menyangkut makin terbatasnya lahan yang dapat dimanfaatkan petani, tetapi juga berkaitan dengan perubahan perilaku petani dalam berusaha tani.
3.      Pengadaan dan penyaluran sarana produksi. Sarana produksi sangat diperlukan dalam proses produksi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengadaan sarana produksi itu bukan hanya menyangkut ketersediaannya dalam jumlah yang cukup, tetapi yang lebih penting adalah jenis dan kualitasnya.
4.      Terbatasnya kemampuan dalam penguasaan teknologi. Usaha pertanian merupakan suatu proses yang memerlukan jangka waktu tertentu. Dalam proses tersebut akan terakumulasi berbagai faktor produksi dan saranaproduksi yang merupakan faktor masukan produksi yang diperlukan dalam proses tersebut untuk mendapatkan keluaran yang diinginkan.
5.      Lemahnya organisasi dan manajemen usaha tani.Organisasi merupakan wadah yang sangat penting dalam masyarakat, terutamakaitannya dengan penyampaian informasi (top down) dan panyaluran inspirasi(bottom up) para anggotanya.
6.      Kurangnya kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia untuk sektor agribisnis. Petani merupakan sumberdaya manusia yang memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan suatu kegiatan usaha tani, karena petani merupakan pekerja dan sekaligus manajer dalam usaha tani itu sendiri.

III.           PENUTUP

A.    Kesimpulan    
            Pertanian merupakan mata pencaharian pokok diIndonesia, sehingga perlu adanya cara agar sektor pertanian tidak mengalami kemunduran. Untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, modern, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi para pelakunya diperlukan upaya-upaya yang terstruktur dan terukur. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk peningkatan produksi pangan antara lain:
1. Penyusunan Roadmap Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) menuju surplusberas 10 juta ton pada tahun 2014.
2. Audit lahan sawah di pulau Jawa.
3. Peningkatan produktifitas melalui peningkatan mutu benih.
4. Gerakan peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi ( GP3K ).
5. Penelitian dan pelepasan varietas unggul.
6. Introduksi teknologi pupuk berimbang.
7. Perluasan areal tanam.
8. Penyuluhan dan pendampingan.
Dalam rangka menentukan strategi dan kebijakan pertanian dan pangan pada masa depan kiranya perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut :
1. Strategi pengembangn pertanian di sektor hulu lebih di orientasikan pada pengembangan yang berbasis pasar dan agribisnis modern sehingga terkait dengan bidang lainnya seperti penyediaan bibit unggul yang memadai, perluasan subsidipupuk, pelaksanaan dan pemantauan kredit pertanian yang murah, teknik dan manajemen pertanian yang profesional.
2. Mekanisme penunjukkan rekanan impor beras harus dilakukan secara transparan agar tercapai tingkat harga yang rasional di tingkat konsumen tanpa merugikan petani.
3. Kebijakan diversifikasi produk pangan melalui sosialisasi dengan pendekatan ekonomi sehingga dapat mendorong motivasi petani menanam jenis tanaman alternatif selain beras.
4. Pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara terintegrasi dengan pembangunan di daerah perdesaan dalam kerangka pembangunan kesejahteraaan masyarakat petani di desa.

B.     Saran
            Dari uraian makalah ini maka terdapat beberapa saran yaitu pemerintah harus segera menindak lanjuti masalah pertanian agar lahan pertanian tidak semakin sempit, dengan memberikan tempat pemukiman tersendiri bagi penduduk baru agar tidak menggunakan lahan pertanian. Untuk para petani harus mempunyai pengetahuan teknologi pertanian yang luas agar bisa mengoprasikan mesin, sehingga apabila para pecangkul tidak digunakan lagi maka bisa menggunakan keahlian barunya dalam mengopersikan teknologi modern, sehingga tidak kehilangan sumber mata pencaharian.